Kontrakan 26 Pintu Ludes Terbakar
POSKOTAKALTIMNEWS.CO,TANJUNG
REDEB-Kobaran
api menyala hebat di Rt 7, Jalan Pulau Panjang, Tanjung Redeb, pada Kamis
(23/6/22) sekira pukul 09.00 wita. Besarnya kobaran api, menghanguskan tiga
rumah kontrakan, dengan 26 pintu.
Menurut saksi mata, Kris api berasal dari
bangunan atas dari kontrakan yang ia tempati yang merupakan milik Setyo
Dwiwinarno (44), saat kejadian diakuinya dirinya sedang tidur dan terbangun
mendengar suara teriakan dari warga.
“Saya tidur, jadi tidak sempat membawa
barang-barang, ludes terbakar,” ujarnya.
Pada saat kejadian juga sempat terdengar suara
ledakan yang cukup besar yang diduga berasal dari gas LPG milik penghuni
kontrakan. Bangunan yang rata-rata terbuat dari kayu tersebut dengan cepat
dilahap si jago merah.
“Saya terbangun itu api sudah besar,”
katanya.
Diketahui kris juga merupakan seorang
karyawan dari Berau Post yang menghuni kosan tersebut. Ia mengaku tidak ada
barang berharga yang berhasil ia selamatkan, hanya baju yang menempel di
badannya yang berhasil ia selamatkan.
“Tidak ada sama sekali, ludes semua,”
katanya.
Sementara itu, Ketua RT 7, Pulau Panjang,
Aryanto mengatakan untuk total rumah terbakar milik tiga orang warga, yakni
Setyo Murwaningsih (45), Setyo Dwiwinarno (44) dan Setyo Tri Widiastuti (38),
dengan total 26 unit pintu.
“Kita masih belum tahu penyebabnya apa. Tapi
api sudah besar, baru warga ada dengar ledakan,” jelasnya.
Ia mengatakan, saat ini masih melakukan
pendataan, apakah kontrakan tersebut terisi semua atau hanya sebagian.
Pendataan ini bertujuan untuk memastikan
berapa jumlah korban yang terdampak pada musibah tersebut.
“Benar, saat ini masih pendataan, ada berapa
jumlah jiwa dan KK (kepala keluarga, red) yang terdampak," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Redeb, Iptu
Simalango mengatakan, dari musibah ini 26 pintu dari tiga kontrakan ludes
terbakar. Untuk kontrakan milik Setyo Murwaningsih terdapat 5 pintu dan satu
ruko, kemudian kontrakan milik Setyo Dwiwinarno, terdapat satu ruko, satu rumah
tunggal dan juga 10 pintu kos-kosan, dan yang terakhir yakni Setyo Tri
Widiastuti terdapat satu ruko dan delapan pintu kos-kosan.
“Untuk penyebabnya sementara dugaan mengarah
ke korsleting listrik,” ujarnya.
Perwira balok dua mengatakan, untuk korban
jiwa hingga saat ini tidak ada. Sedangkan untuk kerugian ditaksir mencapai
miliaran rupiah. Mengingat bangunan dan barang berharga tidak sempat
diselamatkan.
“Iya saat ini masih identifikasi penyelidikan
lebih lanjut,” pungkasnya. (sep)